Life in Japan Episode 3: Catatan Perjalanan 18 Jam Kumamoto-Hiroshima

Dalam sebuah perjalanan ke suatu tempat, yang paling menarik adalah hal-hal yang terjadi selama perjalanan menuju tempat tujuan tersebut. Hal inilah yang saya rasakan ketika saya berjuang menuju Hiroshima selama 18 jam dari Kumamoto di pulau Kyushu. Total ada sekitar 7 moda transportasi yang saya harus naiki ketika berangkat menuju ke Hiroshima.

Cerita di balik perjalanan kali ini sebetulnya dimulai karena bus malam menuju Hiroshima yang saya rencananya akan naiki ternyata sudah penuh untuk tanggal tersebut, dan saya terpaksa mencari alternatif perjalanan lain menuju Hiroshima. Menaiki Shinkansen, kereta cepat di Jepang, tidak menjadi sebuah pilihan karena terbatasnya biaya yang saya miliki saat melakukan perjalanan ini. Dengan bermodal 6000 yen dan tiket bus Kumamoto-Fukuoka, saya memberanikan diri untuk melakukan perjalanan yang saya sendiri belum pernah melakukannya.

Kumamoto-Fukuoka, Sore, 8 September 2018 17.50

Saya tinggal di dekat stasiun Tatsutaguchi, dan menaiki kereta menuju halte bus antarkota terdekat menjadi pilihan paling wajar untuk saya pilih. Saya mulai naik dari stasiun Tatsutaguchi dan menaiki kereta arah Higo-Ozu untuk turun di stasiun Musashizuka, 1 stasiun dari Tatsutaguchi dan memakan waktu 4 menit perjalanan. Biaya yang saya habiskan untuk perjalanan kereta ini adalah 210 yen. Setelah tiba di stasiun Musashizuka, saya berjalan sekitar 500 meter menuju halte bus di pinggir tol antarkota untuk menunggu bus yang akan membawa saya ke Fukuoka. Setelah menunggu sekitar 15 menit, saya akhirnya menaiki bis menuju Fukuoka dan perjalanan menggunakan bus menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam untuk menuju kota terbesar di pulau Kyushu ini.

Menunggu bis di halte bis Musashigaoka, Kumamoto
Menemukan hal yang jarang di Jepang; Gereja di pinggir tol dekat halte Musashizuka

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fukuoka, 8 September 2018, 19.50

Sampai di terminal bus di Fukuoka, saya langsung menuju ke pusat informasi terminal bus untuk menanyakan perihal keberangkatan bus ke Hiroshima, yang sayangnya untuk hari ini telah full dan saya diminta menunggu hingga esok hari untuk menaiki bus selanjutnya. Hingga akhirnya terbersit pikiran untuk mencari cara lain menuju ke Hiroshima, yakni menggunakan kereta antarkota namun dengan resiko menyambung beberapa kali hingga bisa sampai ke Hiroshima.

Setelah beberapa menit berputar-putar di stasiun Hakata , saya memutuskan untuk masuk ke stasiun dan bersiap untuk naik kereta pertama saya menuju Hiroshima.

Fukuoka-Kokura, Kokura-Shimonoseki, 8 September 2018 21.00

Kereta menuju Kokura, Kitakyushu, bagian utara dari Prefektur Fukuoka yang saya naiki berangkat dari stasiun Hakata, Fukuoka, pukul 21.09 . Kereta ini melewati beberapa belas stasiun menuju ke bagian utara Fukuoka dan tiba di stasiun Kokura pada sekitar pukul 22.30 , sebelum saya harus mengganti kereta lagi menuju Shimonoseki dari Kokura. Shimonoseki sendiri merupakan salah satu stasiun terluar di pulau Honshu, yang menghubungkan transportasi kereta antara pulau Honshu dan Kyushu. Perjalanan menuju Shimonoseki dari stasiun Kokura menghabiskan waktu sekitar 30 menit perjalanan dan sayapun akhirnya tiba di Shimonoseki untuk berganti gereta menuju prefektur Yamaguchi di sini.

 

 

 

 

 

 

 

 

Shimonoseki – Shin-Yamaguchi, 8 September 2018 23.00

Kereta dari Shimonoseki menuju ke bagian lebih dalam dari pulau Honshu terbagi menjadi 2. Jalur pertama merupakan jalur Sanin yang menghubungkan sisi atas dari pulau Honshu bagian selatan, sedangkan jalur yang saya naiki adalah jalur Sanyo yang menghubungkan bagian bawah dari bagian selatan pulau Honshu, yang menghubungkan prefektur Yamaguchi hingga Hiroshima. Perjalanan kereta terakhir malam ini menghabiskan waktu sekitar 1 jam dan saya pun akhirnya tiba di stasiun Shin-Yamaguchi pada jam 12 malam, dan merupakan penumpang terakhir yang tiba di sana malam itu. Yang agak menyulitkan adalah, ketika saya masuk dari Hakata, saya menggunakan IC Card atau kartu transportasi di Jepang, namun kartu ini tidak bisa digunakan di Yamaguchi yang menyebabkan saya harus membayar secara cash, dan kartu saya harus saya perbaiki di stasiun terdekat dari sini, yakni Iwakuni yang berjarak 2 jam perjalanan dari sini.

Shin-Yamaguchi , 9 September 2018 00.00 – 04.50

Selama 4 jam 50 menit di sekitar daerah Shin Yamaguchi saya habiskan berkeliling daerah sekitar stasiun. Saya mengunjungi beberapa tempat seperti lorong underpass yang ada di sisi selatan stasiun, dan beberapa konbini untuk membeli persediaan makanan agar bisa bertahan hingga jam 5 pagi.


Shin-Yamaguchi-Kushigahama dan Kudamatsu, 9 September 2018 5.00-8.00

Perjalanan Shin-Yamaguchi menuju Iwakuni sebelum saya seharusnya berganti kereta terakhir di Iwakuni seharusnya hanya memakan waktu sekitar  2 jam, namun semenjak kemarin memang hujan besar terus terjadi di wilayah bagian selatan pulau Honshu ini. Perjalanan yang seharusnya hanya ditemput selama 2 jam ini akhirnya menjadi 4 setengah jam, dikarenakan adanya longsor bebatuan di daerah antara Kudamatsu dan Hikari, sehingga perjalanan saya tertunda selama 2 jam di antara Kushigahama dan Kudamatsu. Di perjalanan, saya bertemu dengan seorang mahasiswa exchange asal Vietnam yang akan bekerja di daerah Hikari, namun tidak bisa melanjutkan perjalanan dikarenakan adanya longsor yang terjadi di titik sebelum stasiun Hikari. Banyak orang-orang yang berniat untuk pergi ke sekolah dan tempat bekerja pada hari itu terhenti di Kudamatsu sebelum akhirnya perjalanan diteruskan pada pukul 8.10 menuju Iwakuni.

Iwakuni-Hiroshima , 9 September 2018 09.27

Tiba di Iwakuni, hujan deras masih terus mengguyur stasiun ini dan wilayah yang sedari tadi saya lewati. Di stasiun Iwakuni, barulah saya bisa kembali menggunakan IC Card untuk perjalanan kereta saya setelah mengurusnya ke petugas kereta. Perjalanan Iwakuni ke Hiroshima menyuguhkan saya pemandangan yang berbeda karena sebelumnya perjalanan berkali-kali menembus gunung, kali ini saya disuguhi pemandangan pesisir laut dan mulai dipenuhi pemandangan perkotaan yang menandakan saya semakin dekat dengan tujuan saya, Hiroshima.

Hiroshima – Saijo , Hiroshima Timur, 9 September 2018 , 10.50-11.30

Stasiun Hiroshima pada Minggu pagi itu masih ramai seperti stasiun-stasiun kota besar pada umumnya. Saya yang seharusnya turun di sini dan menunggu dijemput oleh rekan yang berencana menjemput, baru mendapat konfirmasi kalau ternyata rekan saya yang ingin menjemput tidak bisa datang ke Hiroshima, dan saya diminta untuk melanjutkan perjalanan ke stasiun Saijo, di bagian Timur Hiroshima. Akhirnya, saya kembali menempuh perjalanan selama 40 menit untuk menuju Saijo, dan kembali menembus pegunungan di daerah Hiroshima untuk menuju Saijo, dan kembali bertemu longsor yang tidak separah sebelumnya, hanya menyebabkan keterlambatan sekitar beberapa menit untuk menuju Saijo.

Perjalanan pulang

Perjalanan pulang saya tempuh dengan berbeda, yakni dengan mobil bersamaan dengan rekan-rekan PPI Kumamoto yang lainnya. Kami berhenti di beberapa lokasi wisata seperti wisata Torii yang berada di pinggir jalan utama Hiroshima dan Kintaikyo , sebelum perjalanan selama 10 jam menembus Iwakuni, Shimonoseki, Kitakyushu, Fukuoka, hingga Kumamoto kembali kami tempuh..

Tags:

  • Show Comments (0)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

comment *

  • name *

  • email *

  • website *

Ads